Senin, 2008 Mei 26

Sinetron Indonesia Sudah GILA

Seperti biasa bangun pagi, segelas kopi dan kue dipastikan berada di meja makan, tak tau siapa yang menyajikannya. nyalakan TV pertama kali yang aku lihat dipagi hari tanyangan sinetron daur ulang yang sangat menjemukan, dan memang sangat, bahkan membosankan

sejak lama aku paling benci kalau melihat tayangan televisi berisi sinetron, namun sebagai orang kecil tak punya kuasa, aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali terdiam betapa gilanya sinetron Indonesia saat ini.

kalau teman-teman menyaksikan sinetron Indonesia, dipastikan kita menemukan wajah-wajah ganteng, manis-manis, saking ganteng dan manis, semut pun takut untuk mendekat (semutnya takut kena diabetes ha..ha..) parahnya lagi wajah ganteng dan manis itu merupakan produk luar, kalau bahasa kampungnya keturunan indo lah. tak tau indo barat atau indo cina, yang pasti mereka indo.

fenomena sinetron Indonesia lebih memilih wajah putih bersih ketimbang wajah asli Indonesia yang mungkin mereka nilai wajah orang indonesia kampungan, makanya tak jarang peran yang diberikan untuk pure indonesia ya peran kampungan itu.

sebuah sinetron sebut saja Azizah, cinta sma, entah apalagi namanya, semuanya pasti menceritakan sikaya dan simiskin. dan memang seluruh sinetron Indonesia akan menceritakan si kaya dan si miskin. boleh cari mana ada sinetron di Indonesia tak menggambarkan antara si kaya dan Si miskin.

paranya lagi setiap pengambaran yang diberikan untuk si miskin ini selalu saja kumal hidup di rumah gubuk, bermimpi menjadi kaya, dan yang terpenting si miskin dipastikan tidak punya tata krama dan tidak mengenal adat istiadat (subhanalah)
sementara yang kaya digambarkan hidup di rumah yang sangat megah mobil lebih dari dua, dan seolah-oleh mereka paling menjujung nilai budaya padahal sama sekali tidak.

sinetron indonesia selalu saja memutarbalikan fakta, bahwa yang kaya mengenal tata krama sementara yang miskin hidup tak teratur. padahal kalau kita lihat dalam kehidupan nyata orang kaya lah tak pernah menggenal tata krama bahkan mereka membuang jauh-jauh adat-istiadat mereka, sementara meskipun hidup dalam kemiskinan orang yang dikatakan miskin tetap menjaga adat istiadatnya bahkan mempertahankan.

jadi sebenarnya sinetron indonesia tak layak tonton, dan itu baru dilihat satu sisi, saja. kalau dilihat banyak sisi sinetron indonesia bukan lagi tak layak tonton tetapi memang harus dibuang dari negeri ini.

0 komentar: