Rabu, 28 Oktober 2009

Pengumuman CPNS KKU 2009

BUPATI KAYONG UTARA

PENGUMUMAN
NOMOR : 810/ 1041 /KEPEG

tentang

SELEKSI/PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA FORMASI TAHUN 2009 DARI PELAMAR UMUM

BERDASARKAN SURAT MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 260.P/M.PAN/9/2009 TANGGAL 9 SEPTEMBER 2009, DIUMUMKAN BAHWA PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA MENDAPAT TAMBAHAN FORMASI PEGAWAI NEGERI SIPIL BARU/CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH FORMASI TAHUN 2009 SEBANYAK 415 (EMPAT RATUS LIMA BELAS) ORANG UNTUK PELAMAR UMUM, DENGAN RINCIAN SEBAGAI BERIKUT

NO JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN GOL.RUANG ALOKASI

I TENAGA GURU
a. Guru TK Negeri Pembina
1. Guru TK S-1 PGTK/ D-II PGTK III/a, II/b 4

b. Guru SD Negeri
1. Guru Kelas S-1 PGSD / D-II PGSD III/a, II/b 83
2. Guru Agama Islam S-1 PAI / S-1 Agama Islam dan Akta IV / III/a 23
Sertifikat Profesi

c. Guru SMP Negeri
1. Guru Bahasa Indonesia S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia / III/a 11
S-1 Bahasa Indonesia dan Akta IV /
Sertifikat Profesi
2. Guru Bahasa Inggris S-1 Pendidikan Bahasa Inggris / III/a 12
S-1 Bahasa Inggris dan Akta IV /
Sertifikat Profesi
3. Guru Matematika S-1 Pendidikan Matematika / S-1 Matematika III/a 6
dan Akta IV / Sertifikat Profesi
3. Guru IPA S-1 Pendidikan IPA / S-1 IPA dan III/a 13
Akta IV / Sertifikat Profesi
4. Guru BP/BK S-1 Pendidikan BP/BK / S-1 BP/BK III/a 1
dan Akta IV / Sertifikat Profesi
5. Guru Geografi S-1 Pendidikan Geografi / S-1 Geografi III/a 1
dan Akta IV / Sertifikat Profesi
6. Guru IPS S-1 Pendidikan IPS / S-1 IPS dan Akta III/a 3
IV / Sertifikat Profesi


NO JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN GOL.RUANG ALOKASI

7. Guru PPKn S-1 Pendidikan PPKn / S-1 PPKn dan III/a 3
Akta IV / Sertifikat Profesi
8. Guru Agama Islam S-1 PAI / S-1 Agama Islam dan Akta IV / III/a 7
Sertifikat Profesi
9. Guru Agama Kristen S-1 PAK/S-1 Agama Kristen dan Akta IV/ III/a 1
Sertifikat Profesi

d. Guru SMA Negeri
1. Guru Geografi S-1 Pendidikan Geografi / S-1 Geografi III/a 3
dan Akta IV / Sertifikat Profesi
2. Guru Bahasa Indonesia S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia / III/a 5
S-1 Bahasa Indonesia dan Akta IV /
Sertifikat Profesi
3. Guru Bahasa Inggris S-1 Pendidikan Bahasa Inggris / S-1 III/a 4
Bahasa Inggris dan Akta IV / Sertifikat
Profesi
4. Guru Biologi S-1 Pendidikan Biologi / S-1 Biologi dan III/a 3
Akta IV / Sertfikat Profesi
5. Guru BP/ BK S-1 Pendidikan BP/BK / S-1 BP/BK III/a 2
dan Akta IV / Sertifikat Profesi
6. Guru Fisika S-1 Pendidikan Fisika / S-1 Fisika dan III/a 2
Akta IV / Sertifikat Profesi
7. Guru Kimia S-1 Pendidikan Kimia / S-1 Kimia dan III/a 1
Akta IV / Sertifikat Profesi

8. Guru Matematika S-1 Pendidikan Matematika / S-1 III/a 5
Matematika dan Akta IV / Sertifikat
Profesi
9. Guru Penjaskes S-1 Pendidikan Penjaskes / S-1 Olah III/a 1
Raga dan Akta IV / Sertifikat Profesi
10. Guru Sejarah S-1 Pendidikan Sejarah / S-1 Sejarah dan III/a 3
Akta IV / Sertifikat Profesi
11. Guru Sosiologi S-1 Pendidikan Sosiologi / S-1 Sosiologi III/a 3
dan Akta IV/ Sertifikat Profesi
12. Guru TIK S-1 Pendidikan TIK / S-1 TIK dan Akta III/a 2
IV / Sertifikat Profesi
13. Guru Ekonomi S-1 Pendidikan Ekonomi / S-1 Ekonomi dan III/a 2
Akta IV / Sertifikat Profesi
14. Guru Agama Islam S-1 PAI / S-1 Agama Islam dan Akta IV / III/a 3
Sertifikat Profesi

e. Guru SMK Negeri
1. Guru Bahasa Indonesia S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia / III/a 2
S-1 Bahasa Indonesia dan Akta IV /
Sertifikat Profesi
2. Guru Bahasa Inggris S-1 Pendidikan Bahasa Inggris/S-1 Bahasa III/a 1
Inggris dan Akta IV / Sertifikat Profesi
3. Guru Fisika S-1 Pendidikan Fisika / S-1 Fisika dan III/a 1
Akta IV / Sertifikat Profesi


NO JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN GOL.RUANG ALOKASI

4. Guru Sejarah S-1 Pendidikan Sejarah / S-1 Sejarah dan III/a 1
Akta IV / Sertifikat Profesi
5. Guru Matematika S-1 Pendidikan Matematika / S-1 III/a 1
Matematika dan Akta IV / Sertifikat
Profesi
6. Guru Penjaskes S-1 Pendidikan Penjaskes / S-1 Olah III/a 1
Raga dan Akta IV / Sertifikat Profesi
Jumlah Tenaga Guru 214

II TENAGA KESEHATAN
1. Dokter Umum Dokter Umum III/b 3
2. Dokter Gigi Dokter Gigi III/b 1
3. Penyuluh Kesehatan Masyarakat S-I Kesehatan Masyarakat (SKM) III/a 7
4. Pengawas Farmasi dan Makanan S-I Farmasi III/a 3
D-III Higiene Makanan II/c 1
5. Apoteker Apoteker III/b 1
6. Nutrisionis D-III Gizi II/c 7
7. Perawat D-III Keperawatan II/c 47
8. Bidan D-III Kebidanan II/c 18
9. Perawat Gigi D-III Perawat Gigi II/c 6
10. Sanitarian D-III Sanitasi II/c 6
11. Analis Kesehatan S-1 Analis Kesehatan III/a 1
D-III Analis Kesehatan II/c 6
12. Asisten Apoteker D-III Farmasi II/c 6
Jumlah Tenaga Kesehatan 113

III TENAGA TEKNIS
1. Pranata Humas S-1 Komunikasi (Publisistik) / III/a 1
S-1 Sospol
2. Analis Kepegawaian S-1 Ekonomi Manajemen / S-1 Administrasi III/a 4
Negara
S-1 Hukum III/a 3
3. Auditor S-1 Ekonomi Akuntansi III/a 1
S-1 Ilmu Pemerintahan / S-1 Sospol III/a 1
S-1 Teknik Sipil III/a 1

4. Penyuluh Pertanian S-1 Pertanian (semua jurusan) III/a 3
D-III Pertanian (semua jurusan) II/c 2
5. Perencana S-1 Ekonomi Pembangunan III/a 1
S-1 Planologi III/a 1
S-1 Geografi / D-3 Geografi III/a, II/c 1
S-1 Pertanian (semua jurusan) III/a 1
S-1 Teknik Elektro III/a 1
6. Pranata Komputer S-1 Ilmu Komputer III/a 2
D-III Komputer II/c 4
7. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan S-1 Ekonomi Manajemen III/a 1
S-1 Ekonomi Pembangunan III/a 1
8. Pengendali Ekosistem Hutan S-1 Kehutanan (semua jurusan) III/a 3
9. Penata Laporan Keuangan S-1 Ekonomi Akuntansi III/a 6
10. Perancang Peraturan Perundang-undangan S-1 Hukum III/a 2


NO JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN GOL.RUANG ALOKASI

11. Inspektur Tambang S-1 MIPA (semua jurusan) III/a 1
12. Analis Kelembagaan S-1 Administrasi Negara/S-1 Ekonomi III/a 1
Manajemen
13. Penyuluh Sosial S-1 Administrasi Negara/S-1 Ekonomi III/a 1
Manajemen
14. Pengawas Tata Bangunan dan Perumahan S-1 Teknik Arsitektur III/a 2
D-III Arsitektur II/c 1
15. Pengawas Teknis Operasional Alat-alat Berat S-1 Teknik Mesin III/a 2
16. Penggerak Swadaya Masyarakat S-1 Pemerintahan Desa / S-1 Sospol III/a 2
17. Pengawas Mutu Pakan S-1 Peternakan Jurusan Nutrisi dan III/a 1
Makanan Ternak
18. Pranata Laboratorium S-1 MIPA (semua jurusan) III/a 2
19. Pengendali Dampak Lingkungan S-1 MIPA Jurusan Kimia III/a 1
20. Analis Tata Praja S-1 Ilmu Pemerintahan / S-1 Sospol III/a 2
21. Pengawas Teknis Jalan dan Jembatan S-1 Teknik Sipil III/a 3
D-III Teknik Sipil II/c 2
22. Inspektur Ketenagalistrikan S-1 Teknik Elektro III/a 1
23. Teknisi Listrik D-III Elektro II/c 2
24. Pengawas Perikanan S-1 Perikanan III/a 2
25. Penyuluh Perikanan D-III Perikanan 2
26. Arsiparis D-III Kearsipan/D-III Adm.Perkantoran/ II/c 6
D-III Manajemen Perkantoran/D-III Sekretari
D-III Ekonomi Manajemen II/c 3
27. Verifikator Keuangan D-III Akuntansi II/c 4
28. Penyuluh Pajak D-III Perpajakan II/c 2
29. Penguji Kendaraan Bermotor D-III LLAJ/Transportasi Darat II/c 1
30. Analis Pariwisata D-4 / S-1/ D-III Pariwisata III/a, II/c 1
D-III ABA (Bahasa Inggris) II/c 1
31. Teknisi Mesin D-III Teknik Mesin II/c 1
32. Pustakawan D-III Perpustakaan II/c 1
Jumlah Tenaga Teknis 88

JUMLAH KESELURUHAN 415

BERKENAAN DENGAN ITU, PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA MEMBUKA KESEMPATAN KEPADA MEREKA YANG BERMINAT UNTUK MENGAJUKAN LAMARAN GUNA MENGISI LOWONGAN PEKERJAAN TERSEBUT, DENGAN KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT :

1. SURAT LAMARAN HARUS DITULIS TANGAN DENGAN TINTA HITAM DAN DITANDATANGANI SENDIRI OLEH PELAMAR DALAM 1 (SATU) RANGKAP, DENGAN MELAMPIRKAN MASING-MASING:
a. 1 (SATU) RANGKAP FOTO COPY SAH IJAZAH YANG SESUAI DENGAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN YANG DIBUTUHKAN DAN TELAH DILEGALISIR OLEH PEJABAT YANG BERWENANG.
b. PAS PHOTO TERBARU UKURAN 3 x 4 cm SEBANYAK 4 (EMPAT) LEMBAR (HITAM PUTIH)
2. DALAM LAMARAN HARUS MENYEBUTKAN JABATAN YANG AKAN DILAMAR.

3. LAMARAN DIALAMATKAN/DITUJUKAN KEPADA BUPATI KAYONG UTARA DI SUKADANA YANG DISAMPAIKAN LANGSUNG OLEH PELAMAR KEPADA PANITIA PENERIMAAN CPNS DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA DI SEKRETARIAT PANITIA PENGADAAN CPNS DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA (KANTOR BUPATI KAYONG UTARA JLN. TANAH MERAH SUKADANA), DENGAN KETENTUAN SURAT LAMARAN BESERTA PERSYARATAN ADMINISTRASI DIMASUKAN DALAM MAP:

a. GURU : MAP WARNA HIJAU.
b. TENAGA KESEHATAN : MAP WARNA KUNING.
c. TENAGA TEKNIS : MAP WARNA MERAH.

SELANJUTNYA, BERKAS LAMARAN YANG SUDAH DISUSUN DALAM MAP SESUAI KETENTUAN DI ATAS, DIMASUKAN DALAM AMPLOP AIR MAIL SUPAYA BERKAS TIDAK TERCECER

4. PENERIMAAN BERKAS LAMARAN DIMULAI SEJAK TANGGAL 2 NOPEMBER 2009 SAMPAI DENGAN TANGGAL 16 NOPEMBER 2009, SETIAP HARI KERJA PUKUL 09.00 s.d. 14.00 WIB.
5. PANITIA TIDAK MEMBERIKAN TOLERANSI DAN TIDAK AKAN MELAYANI KETERLAMBATAN PENYAMPAIAN BERKAS LAMARAN DI LUAR BATAS WAKTU YANG TELAH DITENTUKAN.

HAL-HAL LAIN TERKAIT DENGAN PERSYARATAN, TEKNIS PENGAJUAN LAMARAN, PELAKSANAAN SELEKSI/TEST, DAN HAL TERKAIT LAINNYA DAPAT DI LIHAT LANGSUNG DI SEKRETARIAT PANITIA PENGADAAN CPNS KAB. KAYONG UTARA DI KANTOR BUPATI KAYONG UTARA JLN. TANAH MERAH SUKADANA.

DEMIKIAN PENGUMUMAN INI UNTUK DIKETAHUI.


DIKELUARKAN DI SUKADANA
PADA TANGGAL 27 OKTOBER 2009

BUPATI KAYONG UTARA,

Cap / ttd

HILDI HAMID


Baca Selengkapnya..

Kamis, 18 Juni 2009

Mencari Rumah di Tanah Sendiri

Badannya besar, dua kali usia anak 7 tahunan, kedua belah tangannya memgang makanan, begitu juga dua belah kakinya juga memegang makanan, sementara mulutnya tak henti mengunyah makanan yang dia pegang. Terkadang dia tak memperdulikan pekerja yang sedang membersihkan lahan, dia tetap asyik dengan makanannya.


Cerita itu mengalir saja dari Tomblok (41) wanita Jawa yang sudah enam bulan berada di kawasan hutan lahan sawit milik PT. Jalin Vaneo sebagai juru masak. Dia sedang menceritakan orangutan (pongo pygmaeus) yang mencari makanan sampai dikawasan perkebunan. “Saya melihatnya bukan sekali tetapi sering kali,” jelas wanita asal Semarang ini. Namun dia tidak berani mengusirnya karena badanya besar.
Begitu juga degan Yusuf, pria yang bekerja di Blok Q PT. Jalin Vaneo ini mengaku sering melihat dua orangutan diseberang sungai sedang memakan umbud nipah, dan itu sering. Yusuf mengaku selama bekerja melakukan pembersihan lahan dia sering melihat binatang yang diindungi itu. “kalau tak mengganggu biarkan saja, tetapi kita tembak kalau sudah merusak atau mengganggu,” terangnya.
Di Blok lain perbatasan blok perusahaan dan pemukiman penduduk, warga juga sering melihat orangutan yang masuk ke perkebunan mereka dan memakan yang ada di kebun. “kebun saya sering dirusak orangutan yang mengambil makanan di kebun,” jelas Muih. Muih mengaku hal itu sudah sering terjadi. Tetapi Muih bersama warga yang lain tidak membunuh orangutan itu, mereka mengusirnya dengan cara digiring bersama-sama menuju sungai.
Bahkan pernah orangutan yang sudah tua terpaksa bertahan di pohon nipah mempertahankan sumber makananya, namun karena dianggap mengganggu pohon nipah tersebut ditebang dan di buang jauh bersama orangutannya.
Menurut Muih pihak perusahaan meminta mereka tidak membunuh orangutan itu tetapi ‘membuangnya’ dengan mengiring hingga ketepian sungai, dan pihak perusahaan sendiri telah menyiapkan dana untuk melakukan hal tersebut.
Melihat kejadian itu, pihak PT. Jalin Vaneo melalui humasnya, Omay mengaku sudah mengantisipasi kejadian dengan mengharapkan para pekerja tidak membunuh orangutan tetapi melaporkan ke pihak perusahaan jika menemukan orangutan. “Kita juga peduli terhadap keselamatan orangutan, buktinya sudah dua orangutan diserahkan ke BKSDA Ketapang,” terangnya.
Bahkan menurutnya PT. Jalin Vaneo telah menyiapkan 6 ribu hektar lahan khusus untuk hutan konservasi dan tidak akan dikonversi ke sawit. Dan Omay berkeyakinan bahwa perusahaan mempunyai komitmen mengatasi permasalahan tersebut.
Adanya hutan lindung yang disiapkan pihak perusahaan berkeyakinan pembukaan perkebunan sawit tidak akan mengganggu keberadaan orangutan dan habitatnya. “Keberlangsungan hidup mereka tidak akan terputus dengan kita siapkan hutan lindung untuk mereka,” jelas pria asal Jawa barat ini.
Dilain pihak, Ian M Hilman dari Yayasan Titian Pontianak meyayangkan, perhatian pemerintah maupun kepedulian masyarakat Indonesia terhadap orangutan dinilai masih minim. Tak jarang orangutan menjadi “korban gusuran” pembukaan perkebunan kelapa sawit karena dianggap hama.
Upaya konservasi orangutan juga masih dilihat secara sempit dan sektoral. Ini dapat dilihat dari fakta lapangan bahwa banyak orangutan yang hidup di luar hutan kawasan konservasi seperti di kawasan taman nasional. “hasil perkiraan OCSP (Orangutan Conservation Services Program), sekitar 70 persen habitat orangutan di luar kawasan konservasi,”jelasnya
Sementara itu, peraturan mengenai kerusakan habitat orangutan belum ada. Yang diatur baru orangutannya saja. Akibatnya habitat orangutan seringkali tergusur kebun sawit. Padahal orangutan tidak dapat bertahan hidup tanpa habitat.
“Inilah lemahnya produk hukum kita,” ujarnya. Menurutnya perlindungan spesies juga harus dibarengi dengan perlindungan habitat seperti yang dilakukan banyak negara di dunia. Di mana ada satwa dilindungi, kawasan tersebut harus bebas dari kegiatan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup spesies tersebut.
Hal tersebut tidak lepas dari penetapan kawasan konservasi yang dilakukan secara sektoral dengan menetapkan luasan daerah konservasi saja dengan asumsi orangutan dapat digiring ke kawasan tertentu saja. Dengan kebijakan ini, tak jarang komunitas orangutan terisolasi karena digiring ke kawasan sempit yang terkepung perkebunan. Dengan kondisi seperti ini, daya tahannya akan turun dan risiko kepunahan tinggi.
Pengelolaan kebun sawit sebenarnya tetap dapat dilakukan tanpa melawan upaya konservasi. Yakni dengan menyediakan daerah penghubung antara habitat orangutan yang satu dengan lainnya. “Peraturan yang tegas dan penegakan hukum terhadap hal ini mungkin perlu agar pemilik kebun sawit tidak memanfaatkan kelemahan aturan yang berlaku saat ini,”tegasnya
Konservasi orangutan tengah berada dalam kondisi krisis. Populasi kera besar yang hanya ada di Asia itu tengah berada dalam ancaman yang serius mulai dari penebangan kayu secara illegal hingga perdagangan satwa.
Orangutan pada saat ini tengah menghadapi satu musuh baru yang akan membawa orangutan dalam kepunahan. Seringnya masyarakat bertemu bersama orangutan bertanda bahwa orangutan sudah mendekati hunian masyarakat, karena rumah mereka yang seharusnya menjadi lumbung makanan mereka sudah hilang, sehingga mereka harus mencari rumah baru untuk bertahan hidup dan mendapatkan makanan yang cukup.
Sementara BKSDA Ketapang sendiri mengaku dalam hal penyelematan orangutan beberapa perusahaan sudah mempunyai itikad baik dengan tidak membunuh bila menemukan, tetapi menyerahkan kemereka. “Selama ini tidak saja perusahaan masyarakat pun yang menemukan selalu baik untuk menyerahkan kepada kami,”jelas Sri Ernawati, Staff BKSDA Ketapang di ruang kerjanya. Bahkan saat ini masih ada empat orangutan di kandang transit yang segera mungkin dikembalikan ke habitatnya.

Baca Selengkapnya..

Rabu, 08 April 2009

Catatan Bersama Bupati KKU

Saya pernah membaca tentang Raja Thailand yang sangat dicintai Rakyatnya. Karena perjuangannya membela dan melindungi kaum tani di negaranya. Ia merancang sendiri infrastruktur pokok yang dapat terus menjaga suplai air agar tidak dapat terputus ke sawah – sawah para petani bahkan ke daerah yang sangat sulit dijangkau sama sekali.

Ia menginisiasi perbaikan dan peningkatan kualitas jalan – jalan yang dipergunakan petani untuk mengangkut hasil produksi mereka, menghubungkan jalan – jalan yang dapat membuka akses walaupun di daerah yang paling terpencil sekalipun, memerintahkan para kaum cerdik pandai disana untuk meneliti dan menciptakan teknologi pertanian yang dapat mendukung dan memudahkan pekerjaan bertani para petani, memerintahkan porsi yang lebih besar untuk pertanian organik yang tidak selalu bergantung kepada pupuk dan obat dan bahan – bahan kimia serta memproteksi pasar yang menanpung hasil – hasil pertanian lokal.

Malam itu, Sadar ini bukan pekerjaan ringan, Pak Bupati berkeinginan adanya pendataan yang komprehensif terlebih dahulu mengenai potensi pertanian padi yang terhampar di seluruh wilayah kabupaten sukadana, potensi petani yang tersebar, luasan lahan pertanian padi yang ada. Pada tahap awal untuk memberikan motivasi kepada para petani maka pemerintah akan menyediakan teknologi paska panen berupa alat pengggiling padi yang akan dikelola oleh pemerintah daerah untuk menghasilkan kualitas gilingan beras yang baik sampai kepada pengemasan beras dalam karung – karung yang siap jual.

Secara mendasar perlu disadari bahwa ini adalah cita – cita besar dari seorang Bupati sebagai langkah pertama mencermati soal perberasan di wilayahnya dengan segala macam turunan produknya. karena apa yang akan dilakukan ini apabila kita cermati terhadap konsep dasar kedaulatan pangan adalah suatu upaya untuk memberikan jaminan kepada Rakyat untuk memiliki pertahanan bagi ekonomi keluarga dan mengembangkanya.

Tentu saja dari apa yang akan dilakukan pemerintah daerah ini lebih jauh berorientasi kepada proteksi harga terhadap hasil produksi padi dari petani kayong utara sendiri, padi yang dimiliki oleh petani dapat mereka jual dengan harga yang pantas, disinilah peran proteksi pemeritah daerah bermain karena para petani merasa tenang ketika mereka kembali lagi ke sawah untuk menggarap lahan, gempuran permainan harga oleh pasar sudah dibendung oleh kebijakan. Karena tanpa kepastian proteksi dari pemerintah daerah akan membuat petani enggan untuk kembali dan turun lagi ke sawah.

Selain, juga dapat memproteksi petani dari ancaman Rentenir dan konversi lahan. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di muka tulisan tentang praktek penghisapan yang dilakukan oleh para rentenir, sulit kiranya bagi masyarakat untuk dapat berkemajuan secara ekonomi apabila praktek jahat seperti ini tidak hilang. Belum lagi, incaran para pemegang modal yang ingin mengembangkan bisnis mereka ditanah – tanah garapan petani, apabila konversi tanah terjadi maka petani akan kehilangan tanahnya , bukankah memisakan petani dari tanahnya sama dengan memisahkan ikan dari air ?.

Karenanya Ireng Maulana menjelaskan dalam perspektif para petani melalui obrolan saya dengan mereka di tanjung belimbing. Bahwa ada nilai yang sangat berbeda yang selama ini kita pahami tentang kemapaman dan kekayaan, bagi mereka kemapaman adalah cukup makan, bisa bekerja di sawah dengan tenang, memelihara ternak dengan tenang, dapat bersantai minum kopi sambll mengusir pergi burung pipit yang menggangu padi mereka, memancing dan menjala ikan di sungai belakang rumah , dan anak – anak bisa sekolah dan mereka sekeluraga tidak sakit.

Bahwa kekayaan mereka itu adalah semua yang ada disekeliling pondok mereka dengan hamparan padi didepanya, hijau gunung, air yang terus mengaliri sawah, pohon – pohon yang diambil buahnya dan sayur yang dapat dimabil dijadikan lauk.

Maka, apapun yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah kayong utara harus lah dimulai dari apa yang tidak dimiliki oleh petani, haruslah dimulai dari apa yang tidak mampu petani usahakan sendiri, memberikan yang mereka belum punya. Lindungi mereka, jamin kemapanan dan lindungi kekayaan yang sudah mereka miliki
Diskusi malam itu selesai larut malam, sekitar pukul 23.30 WIB baru kami semua bubaran.

Tapi tampak dari raut muka Bapak Bupati kalau Ia sadar benar tentang keadaan kaum tani yang berada di kabupaten yang sekarang ia pimpin, memang banyak hal yang harus segera Ia tata di lintas sektor, banyak yang harus Ia pikirkan dan siapkan.

Ia menutup diskusi kami malam itu dengan kata – kata : wacana yang sedang berkembang sekarang di internal dinas – dinas pemerintahan daerah kabupaten kayong utara adalah bagaimana merubah masyarakat, baik itu dari segi pola pikir maupun perbuatan untuk sesuatu yang lebih baik Tapi ia merespon nya dengan kata – kata bagaimana mungkin mau melakukan perubahan kepada masyarakat apabila kita sebagai aparat pemerintahan tidak mau merubah diri terlebih dahulu.

Masyarakat tidak akan percaya !. saya menanggapi nya dengan tersenyum sambil berbisik didalam hati tentang apa yang pernah di ungkapkan machevelli di dalam bukunya yang berjudul the prince bahwa kita memerlukan pemimpin yang kejam kepada musuh – musuh nya tapi sangat mencintai Rakyatnya.

Baca Selengkapnya..

Berguru kepada Pak Sahlan Nawar

Pak Nawar ini orang yang keras semasa mudanya, tidak main – main apabila sudah menyangkut urusan menanam padi. Berdedikasi tinggi dan cinta kepada pekerjaan nya ini.

Etos kerja ia persembahkan untuk seluruh sawahnya yang terbentang lebar 15 meter dan panjang 150 meter ( rata – rata para petani di jalur sawah tanjung belimbing memang memiliki luas petak sawah yang kurang lebih sama besar nya seperti yang dimiliki oleh pak sahlan ).

Satu hal yang membuat ia memutuskan untuk habis – habisan sebagai petani padi karena pengalaman pahit dijerat dan dihisap oleh praktek rentenir (salah satu dari tujuh setan desa).

Dan sampai hari ini pun praktek penghisapan yang dilakukan oleh rentenir di daerah ini kepada para petani masih merajalela, mereka memainkan harga, hutang dengan bunga (riba uang), monopoli rantai pasar sehingga petani tidak ada pilihan lain, cengkaraman system pengendalian ekonomi dengan cara memberikan jenis hutang bertingkat dari hutang sembako, naik lagi menjadi hutang bibit , hutang obat – obatan dan pupuk dan akhirnya masuk perangkap hutang modal yang semuanya harus dikembalikan secara berlipat dari hutang induk.

Tapi Pak sahlan cepat tersadarkan dengan keadaan yang menjepit dirinya disana – sini hutang yang hampir tak terbayarkan pada waktu itu oleh karena ia diingatkan dengan keras oleh seorang pandai agama yang memberitahukan bahwa meminjam dan bergantung kepada renternir sama dengan bershubahat dengan rentenir itu sendiri.

Nasehat ini dijadikan cambuk bagi pak sahlan untuk segera mengakhiri dan keluar dari penghispan ini. Jalan yang ia pilih adalah dengan cara memaksakan menanam padi setahun dua kali.

Dengan spekulasi panen pertama untuk melunasi jeratan hutang kepada rentenir dan hasil panen kedua untuk memulihkan modal dan sekedar bertahan hidup. Pada awalnya tidak ada yang mau mengikuti jejak pak sahlan yang dinilai petani lain bahkan keluarganya sendiri sebagai pemikiran yang keliru, mengada – ada dan tidak mungkin berhasil, banyak orang yang pesimis dan tidak yakin dengan rencanannya itu termasuk pihak dinas pertanian juga bersikap yang sama, kenangnya.

Ia terus saja bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya ini, dan akhirnya ini berhasil ia buktikan. Usaha pak sahlan ini ternyata di ketahui oleh Pak Camat Parnomo waktu itu, Ia datang dan memberikan bantuan alat – alat pertanian sebanyak 40 buah yang kemudian dibagi – bagikan kepada petani lain.

Kenapa pak sahlan yakin dengan kemungkinan dapat menanam padi satu tahun dua kali.? Pertama keinginan yang besar untuk dapat segera keluar dari praktek penghisapan rentenir jahat, kedua sikap nya yang tidak mau berhenti untuk belajar sehingga dilapangan ia secara manual memiliki kemampuan untuk memprediksi musim tanam yang pas dengan memperhatikan Bulan, Angin ( katanya ada tiga macam angin yang mesti diketahu yaitu angin selatan, angin utara dan angin barat ), cuaca panas ata hujan ( meraba – raba iklim rata – rata tahunan dan meraba – raba iklim local ditempat nya bertani ) dan melihat awan.

saya secara akademis prediksi – prediksi semacam ini seharusnya dikerjakan oleh kawan – kawan dari dinas pertanian yang mengerti tentang klimatologi, sehingga analisa mereka dapat dipergunakan sepenuhnya oleh para petani, tapi bersyukur lah ada petani seperti pak sahlan yang tidak selalu merepotkan dinas terkait. Saya ingin menegaskan apakah seharusnya dinas ini merasa bangga atau merasa malu terhadap pak Sahlan ?

selain itu pak sahlan juga di bantu oleh kearifan local yang sudah ada di sana yaitu mengerjakan dan mengelola sawah dengan cara berundoh atau berandep, artinya kekompakan di antara sesama petani padi untuk mengerjakan lahan tanam secara bersama – sama terus menerus bergiliran sampai semua lahan itu tergarap dengan baik, biasanya tradisi ini masih kuat dijaga di antara para petani yang memiliki hubungan kekerabatan.

Satu lagi kemampuan manual pak sahlan yang ia terapkan di lapangan yaitu teknis pengendalian hama dengan cara pengendalian mekanis, cara pengendalian kultur teknis (pergiliran varietas bibit yang ditanam) serta cara pengendalian biologis yaitu mencarikan musuh alamiah ( predator ) untuk melawan hama yang menyerang padinya. Tapi sayangnya , pertanian yang dijalani oleh pak sahlan masih belum sepenuhnya organik, percampuran antara organik dan anorganik, satu sisi mengandalkan bahan – bahan kimia sedangkan secara perlahan sudah memanfaatkan bahan dari alam yang sampai hari ini masih ia coba ( memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk ) dan gagal ( pernah membuat pupuk bokasi namun tidak diteruskan ) pernah diajarkan namun setelah itu tanpa ada pendampingan apapun lagi.

Hasil produksi padi yang didapat oleh Pak sahlan untuk satu kali panen adat diketahui dengan menghitungnya dalam ukuran blek ( kaleng ukuran besar bekas menampung gula merah atau kopi ). Padi yang didapatkan dengan luas lahan yang telah disebutkan sebelumnya berkisar antara 100 blek – 130 blek dengan manajemen yang ia terapkan yaitu 3 blek disiapkan untuk bibit kembali, 10 blek diserahkan untuk zakat, 50 blek untuk memenuhi kebutuhan nasi keluarga dan 50 blek yang lain akan dijual yang kemudian uangnya di tabung, membiayai sekolah dan kuliah anak atau membeli bahan – bahan primer atau sekedar membeli barang sekunder yang dibutuhkan.

namun, untuk sebagian petani yang lain uang tersebut juga mereka investasikan dalam bentuk ternak baik itu untuk sapi maupun ayam, paling sedikit 1 KK di sini memiliki 2 ekor sapi. Melihat inisiatif yang bukan sekedar basa – basi oleh para petani untuk memajukan hidup dan kehidupannya tampaknya perlu support yang juga bukan basa – basi dari pemerintah daerah kabupaten kayong utara.

Soal – soal yang menyulitkan petani sewajarnya disegerakan untuk diatasi sehingga mereka mampu menjaga kedaulatan pangan bagi semua orang yang ada di kayong utara. (Bersambung)

Baca Selengkapnya..